Demo ratusan mahasiswa tolak harga minyak goreng mahal di Malang, Ricuh

Editor: Idho - Rabu, 23 Maret 2022 | 11:01 WIB

SariAgri -  Unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi aktivis di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur berlangsung ricuh. Masa menolak sikap pemerintah yang tidak jelas dalam mengambil kebijakan hingga berdampak mahalnya harga minyak goreng, merata di seluruh pelosok tanah air.

Dalam aksi ini, mahasiswa melakukan pembakaran ban persis di depan pintu masuk kantor wakil rakyat. Mencegah hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian melakukan pemadaman menggunakan tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Namun mahasiswa yang tidak terima, berusaha menghalangi sehingga terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian yang bertugas menjaga keamanan. Kericuhan semakin memanas dan nyaris terjadi adu fisik. Bahkan mahasiswa yang kesal lantaran keinginan bertemu dengan ketua DPRD untuk menyampaikan aspirasi juga tidak terpenuhi, meluapkan kekecewaan dengan melempar gelas air mineral ke arah petugas.   Sejumlah anggota kepolisian sempat terpancing emosi, namun berhasil diredam.

Dalam orasinya, salah seorang korlap aksi menyampaikan 2 tuntutan. Yakni copot menteri perdagangan, Muhammad Lutfi dan turunkan harga minyak goreng.   “kami menuntut Mendag, M Lutfi dicopot dari jabatan menteri karena tidak becus urus minyak goreng, sebab Negara telah kalah dengan mafia dagang.

Kedua pemerintah segera menstabilkan harga minyak goreng yang berakibat warga di wilayah Indonesia timur meninggal akibat berusaha mendapatkan minyak goreng. setuju teman-teman,” teriak korlap aksi disaksikan Sariagri, selasa (22/3/2022).   Usai menyampaikan uneg-uneg, mahasiswa melanjutkan aksi dengan memblokade jalan tugu. Akibatnya, arus lalu lintas dari stasiun kota baru, menuju gedung DPRD dan balai kota malang, sempat terjadi kemacetan dan sehingga harus dialihkan.

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Mulai Banyak Diburu
Minyak Goreng Berlimpah, Apakah Sudah Merata

VIDEO LAINNYA